5 Diktaktor Terkenal di Dunia #1 Hitler
Banyak orang awam berpikir kalau kediktatoran adalah suatu hal yang menyiksa, menindas, menghancurkan, dll. Kemungkinan adalah karena kebanyakan diktator terkesan haus kekuasaan, tak kenal ampun, dan cara mereka mendapat kekuatan saja sudah salah, meskipun ada diktator mendapat kekuasaan dari demokrasi. Namun apa sejatinya arti dari kediktatoran itu? Awal dari kata diktator berasal dari naskah kuno Romawi dengan kata asli dictare, yang berarti memerintah\bersabda. Dalam naskah tersebut dikatakan, "seorang pemimpin (diktator) tidak bisa membagi 2 kekuasaannya kepada seorang lain" yang berarti, negara yang dipimpin oleh seorang diktator tidak bisa memiliki daerah otoriter, kalaupun ada, biasanya tak terlalu berguna. Bicara soal diktator, themysteryman akan menyebutkan dan menjelaskan apa yang dilakukan oleh beberapa diktator yang sangat terkenal. Berikut ini penjelasannya:
Adolf Hitler
Nah, itu dulu part satunya ya, tunggu part duanya tentang Benito Mussolini.
Adolf Hitler
Asal-muasal
Siapa yang tidak tahu dengan pria kejam berkumis satu ini? Ya, dialah Adolf Hitler, pencipta PD2. Dia adalah seorang diktator berdarah Austria namun, memimpin Jerman. Selain itu, ia juga memimpin Partai Nazi atau Nationalsozialismus. Dalam bahasa Indonesia berarti Partai Sosialis Nasional. Meskipun sosialis, faktanya, Nazi berideologi fasisme. Jika ingin tahu lebih soal fasisme, kalian bisa mendapat pencerahan melalui buku Fasisme karya Hugh Purcell. Kembali ke Hitler, Adolf Hitler lahir di sebuah kota kecil di Austria pada tanggal 20 April 1889. Ia memiliki masa kecil suram mulai dari ayah gila, ditolak masuk ke perguruan arsitek, dll. Dengan berbekal masa lalu, ia menyusun buku Mein Kampf 1( saat ia di penjara karena melakukan kudeta tapi, gagal ) dan Mein Kampf 2. Kedua buku itu, khususnya Mein Kampf 1, menjadi buku suci pengikut fasis. Ia bermimpi membuat dunia baru dengan pimpinan ia sendiri. Terbukti dengan slogan Nazi yaitu, Ein Volk, Ein Reich, dan Ein Fuhrer yang berarti satu ras\ bangsa, satu negara, dan satu pemimpin. "Volk"-nya adalah bangsa Aria (ia memperbolehkan seks bebas agar berkembang biak cepat), "Reich"-nya adalah Jerman Raya (PD2), dan "Fuhrer"-nya adalah Hitler sendiri. Dia memiliki ambisi besar untuk menumpas bangsa Yahudi. Wajar saja, pada waktu itu, bangsa Yahudi menguasai semua sektor terutama ekonomi di Eropa. Lalu , muncul perasaan iri di seluruh negara-negara Eropa. Tak heran kalau ada kelompok Fasis yang diluar Jerman. Sebut saja British Union of Facist, Partai Nyilas (Hungaria), Iron Guard ( Rumania ) serta, Partai Fasis Nasional ( Italia ) yang didirikan oleh Benito Mussolini, sahabat dan sekutu Hitler serta, semi fasis Jepang
Dampak Kekuasaan
Hitler terkenal bencinya terhadap Yahudi sehingga, memutuskan untuk menyiksa mereka.Lalu, bagaimana penyiksaan yang dilakukan Hitler terhadap bangsa Yahudi? Ia menggunakan kamp-kamp konsentrasi. Salah satu kamp terbesar adalah Auschwitz di Polandia. Manusia Yahudi akan disuruh bekerja paksa. Meskipun bekerja dengan baik, kebanyakan tetap dibunuh. Akhirnya, hilang nyawalah 6 juta orang Yahudi. Setelah Nazi hancur, sisa-sisa korban Auschwitz yang selamat melakukan Operasi Nakam yaitu membunuh sisa-sisa Nazi yang selamat dengan beralaskan balas dendam. Bagi Yahudi, itu pantas karena, dalam kitab Taurat Imamat dikatakan "patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi" dan Yahudi ganti Nazi.
Namun, ia tidak hanya membunuh jutaan manusia Yahudi tapi, juga tentara Soviet, Polandia, Amerika, bahkan manusia Jerman sekalipun (Gerakan Anti-Nazi) dalam PD2 yang ia mulai dengan kecurangan. Ia memulai dengan menginvasi Polandia. Meskipun sudah di larang negara Barat, Nazi tetap menginvasi negara-negara lain. Lalu, ia mulai menyerang Perancis dan Inggris. Ia kemudian melakukan sebuah perundingan dengan Soviet yang berisi janji saling tidak menyerang. Namun, Hitler melanggar perjanjian yang ia sendiri bikin dengan menyerbu Soviet sampai akhirnya tertahan di Stalingrad. Kembali ke Perancis dan Inggris, ia seharusnya sudah bisa menguasai seluruh Perancis jika saja Hitler tidak berubah pikiran lalu menyerang Inggris. Hitler bisa saja menguassai seluruh Perancis terlebih dahulu (beberapa bagian masih dikuasai oleh pemerintahan Perancis", baru menyerbu Inggris yang kaya senjata. Awalnya semuanya berjalan baik-baik saja dengan strategi Blitzkrieg (tonton:https://www.youtube.com/watch?v=1VwY_UxXkYU). Namun, setelah evakuasi Dunkirk, kemunduran mulai terlihat. Pasukan Nazi terdesak oleh milisi Free France dan juga mulai terkepung di Afrika yang meskipun dipimpin oleh "Desert Fox", Erwin Rommel.
Erwin Rommel
Lalu, seperti yang kita tahu, sekutu Axis kalah. Yang "baik" selalu kalah dengan yang jahat. Tapi, apa penyebab dari kekalahan semua ini?
1. Godaan Kaya Senjata
saat menyerang Perancis, Hitler tertarik kepada Inggris karena, penuh dengan senjata. Ia menarik banyak tentara dari Perancis dan menyerbu Inggris. Kesempatan ini dipakai baik-baik oleh Sekutu dengan mengevakuasi ribuan tentara yang terjebak di Dunkirk. Tambah, gerakan Free France yang sudah mulai banyak berulah di Perancis (milik Nazi) dengan teknik sabotase, geriliya, spionase, dll. Gerakan Free France jadi lebih leluasa merebut tanah leluhur mereka kembali.
2. Operasi Barbossa
Yang bertujuan menguasai Ukraina dan Kauskassus. Padahal, Nazi sedang berusaha menguasai Uni Soviet. Stalin segera mengumpulkan sisa-sisa tentara yang ada dan mempertahankan Stalingrad. Dan karena tidak ada rintangan divisi panzer yang sedang ada di wilayah Ukraina, mereka lebih muda menyerang tentara Nazi meskipun, banyak yang mati akhirnya.
3. Terlalu Cepat
Pada tahun 1939, keadaan industri Jerman sedang berkembang pesat sehingga, Hitler sangat percaya pada tentaranya dan artelerinya. Namun, sebenarnya, menurut Speer, Jerman baru siap tahun 1945 dimana faktanya, tahun itu adalah tahun penyerahan Jerman.Nah, itu dulu part satunya ya, tunggu part duanya tentang Benito Mussolini.
Komentar
Posting Komentar